Assalamualaikum wr wb,..
Haiii kalian semua jangan bosan-bosan yaa baca tulisanku 😊
Okeyy kali ini aku mau melakukan pengujian tanah dan pengujian pupuk .
Kenapa kok harus diuji sih? Jadii gak Cuma manusia aja yang butuh perawatan tetapi tanaman juga memerlukan perawatan. Melakukan penyiraman ini salah satu perawatan untuk pertumbuhan tanaman, nah penyiraman saja ternayata tidak cukup loh jadi kita harus memberikan pupuk yang sesuai untuk tanaman kita nih dan juga media tanam seperti tanah yang harus benar-benar diperhatikan karena tanah yang layak pastinya akan bagus juga dong untuk pertumbuhan tanaman kita agar optimal dan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang juara..
Yaudah yuk langsung aja kita lihat hasil analisa pengujian tanah dan pengujian pupuk organik. Dibaca, diresapi, dan dipahami okey
Pengujian Tanah
alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), merupakan alat bantu analisis hara tanah kering secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan.
Keterangan :
Sampel tanah 1 diambil dari lahan pekarangan rumah Ciganjur, Jakarta Selatan
Sampel tanah 2 diambil dari lahan fakultas Bioindustri,Universitas Trilogi
1. Pengujian Tanah Rekomendasi Pemupukan P
Pengujian tanah dilakukan adalah untuk melihat apakah tanah tersebut subur dan pupuk manakah yang cocok untuk tanah tersebut.
Metode Kerja :
a) Pertama-tama kita ambil sampel tanah yang berada di lingkungan rumah.
b) Ambil tanah ½ sendok spatula
c) Campurkan pereaksi P-1 sebayak 3 ml
d) Lalu diaduk selama 1 menit
e) Setelah diaduk, tambahkan pereaksi P-2
f) Lalu diaduk selama 1 menit,
g) Selanjutnya kita diamkan selama 5 – 10 menit.
h) Lalu kita lihat warna tanah akan berubah seperti apa dan dilihat pada keterangan berikut :
Hasil Uji P tanah :
Sampel 1
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 1 termasuk dalam status P yaitu sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.
Sampel 2
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 2 termasuk dalam status P sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.
2. Pengujian Tanah uji K
Metode Kerja :
a) Masukkan tanah kedalam tabung reaksi
b) Ambil tanah ½ sendok spatula
c) Tetesi pereaksi K-1 sebanyak 4 ml
d) Diaduk hingga homogen selama 1 menit
e) Tambahkan pereaksi K-2 sebanyak 2 tetes
f) Aduk selama 1 menit
g) Selanjutnya tambahkan pereaksi K-3 sebanyak 3 tetes
h) Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 1 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.
Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 2 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.
3. Pengujian Tanah uji C
Metode Kerja :
a) Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b) Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 1 ml
c) Aduk hingga homogen selama 1 menit
d) Setelah diaduk diamkan selama 5 menit
e) Lalu tambahkan pereaksi C-2 sebanyak 3 tetes
f) Aduk hingga homogen lalu diamkan selama 5 menit hingga terlihat busa.
g) Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 1 memiliki batas busa < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.
Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 2 memiliki batas busa < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.
4. Pengujian Ph Tanah
Metode Kerja :
a) Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b) Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 4 Ml
c) Aduk selama 2 menit
d) Lalu tambahkan pereaksi PH-2 sebanyak 2 tetes
e) Diamkan selama 10 menit
f) Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 1 termasuk dalam kategori PH agak masam yaitu kisaran ph 5-6, dengan ph tersebut tanah masih bisa digunakan untuk bercocok tanam hanya saja diperlakukan pemupukan yang sesuai dengan dosis dan ph agak masam.
Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 2 termasuk dalam kategori Netral yaitu kisaran PH 6-7, dengan PH tersebut media tanah cukup untuk dilakukan budidaya tanaman dan perlakuan pupuk dapat disesuaikan.
Pengujian Pupuk
alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO), merupakan alat bantu analisis kandungan dalam pupuk organik padat secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan.
keterangan :
Sampel 1 adalah pupuk organik kompos
Sampel 2 adalah pupuk organik kandang ayam
1. Pengujian Pupuk Organik uji C
Metode Kerja :
a) Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b) Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 5 ml
c) Aduk per 1 menit selama menit
d) Tambahkan C-2 sebanyak 1 ml
e) Diamkan selama 15 menit
f) Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kompos 1 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.
Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kandang ayam 2 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.
2. Pengujian Pupuk Organik uji PH
Metode Kerja :
a) Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b) Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 5 ml
c) Aduk hingga homogeny selama 10 menit
d) Tambahkan PH-2 sebanyak 1 tetes
e) Lalu aduk hingga homogen selama 2 menit
f) Diamkan selama 15 menit
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic Kompos di dapatkan pupuk dengan PH 7, yaitu pupuk kompos memiliki PH netral dengan dilambangkan warna hijau terang.
Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic kandang ayam didapatkan pupuk dengan kandungan PH 8, yaitu pupuk kandang ayam memiliki PH yang netral dengan dilambangkan warna hijau gelap.
Mudah-mudahan apa yang telah telah di baca menambah wawasan kita dan mampu untuk berbagi ilmu kepada orang lain..
terima kasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca 😊
waasalamualaikum wr wb,..













Good information 👍👍
BalasHapusTerimakasih sangat bermanfaat artikelnya...
BalasHapusTerima kasih atas infonya dan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan
BalasHapusSangat bermanfaat sekali 👍👍👍
BalasHapusArtikel yang bermanfaat
BalasHapusmasyaAllah,makasi atas ilmunya
BalasHapus