Rabu, 15 Juli 2020

Penangaman pasca panen pada buah

Penanganan Pasca Panen pada buah Mangga di Indramayu

Assalmu'alaikum..
Haii teman-teman bertemu lagi di blog saya..
Disini saya akan menjelaskan penanganan pasca panen pada buah mangga di indramayu, yukk disimak siapa tau bermanfaat untuk kita yang sudah membaca ๐Ÿ˜Š

Nahh kita langsung aja yaa.. Pertama saya akan menjelaskan pengertian..
Pengertian pascapanen hasil pertanian ini adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan sampai siap untuk dipasarkan (Anonim, 1986). Hasil utama pertanian adalah hasil pertanian yang merupakan produk utama untuk tujuan usaha pertanian dan diperoleh hasil melalui maupun tidak melalui proses pengolahan (Anonim, 1986).

        Adapun yang dimaksud dengan penanganan pascapanen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industri ( Anonim, 1986). Penanganan pascapanen hasil pertanian meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi.

        Sesuai dengan pengertian tersebut diatas, kegiatan pascapanen meliputi kegiatan pemungutan hasil (pemanenan), perawatan, pengawetan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, penggundangan dan standardisasi mutu ditingkat produsen. Khususnya terhadap komoditas padi, tahapan pascapanen padi meliputi pemanenan, perontokan, perawatan, pengeringan, penggilingan, pengolahan, transportasi, penyimpanan, standardisasi mutu dan penanganan limbah.

        Penanganan pascapanen hasil pertanian bertujuan untuk menekan tingkat kerusakan hasil panen komoditas pertanian dengan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas pertanian agar dapat menunjang usaha penyediaan bahan baku industri dalam negeri, meningkatkan nilai tambah dan pendapatan, meningkatkan devisa negara dan perluasan kesempatan kerja serta melestarikan sumberdaya alam dan lingkugan hidup.

 Langkah –langkah penanganan pasca panen buah mangga:

    1. Waktu pemetikan buah antara jam 07.00-08.00 wib ,maupun pada sore hari, buah yang di petik tidak langsung terkena sinar matahari karena akan mempercepat perusakan buah .

        Buah yang dipanen dengan menggunakan tangkai menunjukkan getah yang lebih bersih berbeda dengan buah yang tidak menggunakan tangkai lebih tampak kotor. Buah mangga dipanen dengan tingkat ketuaan85% yaitu berumur 110 – 120 hari semenjak bunga mekar dengan warna hijaudengan pangkal kemerahan. Buah mangga dipanen dengan menyisakan tangkai sepanjang 10 - 15 mm.

        Hal ini dikarenakan dengan menyisakan tangkai tidak akan terjadi penyebaran getah. Getah ini diperkirakan akan mempercepat kerusakan buah dan mendorong terjadinya stem end rot dan akan mengotori permukaan buahsehingga buah tetap terlihat bersih. Dalam tahap pemanenan buah tidak bolehdilempar untuk mengurangikerusakan akibat memar.Waktu panen dan cara petik yang tepatdapat menekan kerusakan dan meningkatkan kualitas terutama untuk  pemasaran eskspor.

     2. Membersihkan buah : Apabila saat panen digunakan gunting untuk memanen buah, setidaknya 10 cm dari tangkai harus dipertahankan. Dengan demikian getah yang sangatlekat dan mudah mengalir pada buah mangga yang baru dipetik, tidak akanmengotori  buah

        Buah mangga, khususnya varietas berwarna hijau di Indonesia, banyak sekali mengalirkan lateks atau getah dari tangkai yang baru sajadipotong. Getah ini harus dibersihkan dari buah dengan mencuci buah denganlarutan 100 ppm natrium hipokhlorit secepatnya setelah buah dipetik, untuk mencegah getah membakar kulit buah yang selanjutnya dapat menyebabkan buah membusuk.

        Untuk mengendalikan Antraknosis buah direndam dalam air hangat bersuhu 520 C selama 1 - 3 menit. Kendala yang dihadapi pada metodeini ialah bahwa sulit sekali untuk mempertahankan suhu yang diperlukan dengan peralatan yang tersedia di daerah pedesaan. Lagi pula metode ini mahal dan buahakan banyak bertambah ringan, kehilangan lapisan lilinnya dan lebih cepatmembusuk sebagai akibat dari penerapan metode tersebut.

     3. Sortasi buah mangga: Setelah pemanenan,Perlakuan ini dilakukan untuk memperoleh buah dengan ukuran, tingkat kematangan dan kualitas yang seragam. Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang layak  jual dan tidak layak dijual agar diperoleh buah yang seragam bentuk, warna,ukuran dan kematangannya

     4. Grading buah mangga : grading ini dilakukan untuk memperoleh buah yang seragam ukurannya (besar, sedang, kecil atau sanga tkecil).Sortasi dan grading mangga gedong dilakukan dengan kriteria ukuranyang seragam dilakukan dengan pemilahan buah berdasarkan ukuran tidak cacat, utuh, tidak duduk, tidak  bernoda hitam, tidak berlubang dan tidak tergores.

        Sortasi dan pengkelasan dilakukan secara manual dengan cara memisahkan buah berukuran kecil ≤200g, sedang 200-400g dan besar ≥400g. Kegiatan ini penting dilakukan agar buah yang dipasarkan terjaga mutunya,karena buah yang rusak akan mempercepat dan mempengaruhi kerusakan buahyang lain yang ada dalam satu kemasan. Pada buah mangga gedong, kriteriayang juga sangat penting dalam sortasi adalah buah tidak duduk (bentuk buahdatar di ujung)

      5. Pelilinan (waxing) : pelapisan lilin atau waxing dapat menekan laju respirasi sehingga perlakuan ini merupakan salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Pelilinan akan menghambat proses respirasi sehingga perubahan kimiawi yang terjadi pada mangga relatif terhambat.
  
         Dengan terjadinya penghambatan respirasi akan menunda kematangan buah. Pelilinan 6% yang diikuti dengan penggunaan benomyl 1000 ppm dan glossy agent dengan konsentrasi 0,125% dapat mempertahankankesegaran buah hingga mencapai minggu ke 4 dibandingkan dengan buah tanpa pelilinan. Hal ini menunjukkan bahwa pelilinan mampu membentuk lapisan padaseluruh permukaan mangga dan menutupi pori-pori secara merata namun tidak mengganggu aktivitas fisiologis yang masih berlangsung. Proses ini yang diduga sebagai proses penghambatan sehingga buah lebih tahan lama dibandingkandengan tanpa adanya pelilinan.

         Perlakuan pelilinan buah dilakukan dengan cara pencelupan atau penyemprotan menggunakan emulsi lilin selama 10 - 30 detik. Kemudian dilakukan penirisan dengan membiarkan kering angin atau menggunakan kipas angin agar mempercepat proses pengeringan. Mangga yang diberi perlakuan pelilinan memiliki penampakan yang lebih bagus dibandingkan dengan tanpa pelilinan. Pada buah mangga dapat menurunkan serangan antracnose dan buah memiliki penampakan yang lebih baik secara fisik dan kimia dengan kerusakan minimal.
   
      6. Pengemasan : Pengemasan harus mampu melindungi mangga dari kerusakan yang terjadi selama distribusi dan  pemasaran. Fungsi lain pengemasan adalah mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan dalam waktu yang lama,termasuk dalam kondisi kelembaban nisbi yang mendekati jenuh atau Setelah terguyur air.

         Pengemasan merupakan bagian dari kegiatan pascapanen sebelum dilakukan transportasi atau penyimpanan. Adanya wadah atau pembungkusdapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya dan melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan,benturan, getaran) (Broto, W., 2003).

         Untuk pemasaran ekspor,sebelum dimasukkan ke dalam karton, mangga diberi  pelapis net foam. Hal inidilakukan untuk mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama dalamtransportasi. Setelah dilakukan  pengemasan dengan net foam, baru kemudiandimasukkan ke dalam karton yang dibagian dalam diberi pelapis lilin. Ukurankarton yang digunakan adalah 40x30x10 cm dengan isi tiap karton 2 kg

      7. Adaptasi suhu : untuk mencegah terjadinya chilling injury yaitu kerusakan buah jika suhu yang digunakan terlalu rendah. Adaptasi suhu dilakukan pada suhu 15°C selama 24 jam. Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian yangmenggunakan suhu adaptasi pada 15°C yang dapat mempertahankan kesegaran buah selama 4 minggu (Lam and Ng,1984). Setelah buah dikemas kemudiandilakukan adaptasi pada cold room. Setelah tercapai suhu yang diinginkan, buah dipindahkan ke ruang berpendingin dengan suhu 10°C untuk penyimpanan.

      8. Penyimpanan buah mangga: dilakukan dalam suhu dingin. Penyimpanan dingin buah klimakterik selain mengakibatkan tertundanya kematangan buah juga berpengaruh pada respon jaringan terhadap etilen. Hal ini berarti,buah memerlukan waktu kontak lebih lamadengan dosis etilen tertentu untuk mengawali kematangannya pada suhu rendah (BrotoW,2003). Penyimpanan dingin bertujuan untuk membatasi pembusukan tanpa menyebabkan terjadinyakematangan abnormal atau  perubahan-perubahan lainnya yang tidak  diinginkandan mempertahankan mutu sampai ke tangan konsumen dalam jangka waktu yang lama.

      9. Perlu diperhatikan bahwa buah mangga dapat rusak karena suhurendah/dingin (kerusakaan faali bila disimpan pada suhu rendah tetapi di atastitik beku air). Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat sebagai berubahnya warna kulit menjadi abu-abu, terbentuknya lobang-lobang padakulit dan buah tidak merata menjadi masak (warna buah jelek dan juga rasanya pun tidak enak). Guna mencegah kerusakan oleh suhu rendah, sebaiknya buahmangga disimpan pada duhu 10 - 150C.

     10. Kisaran ini disebabkan oleh varietas,tingkat masak buah, lokasi, pengaruh musim pada buah, dan sebagainya.Umur kesegaran mangga dapat dipertahankan hingga 2 – 3 minggu biladisimpan pada kondisi suhu 13C dan kelembaban 85 – 90 persen, namundemikian beberapa varietas masih dapat bertahan pada suhu yang lebih rendahyaitu 10 C di bawah suhu tersebut merupakan kondisi yang tidak baik bagi penyimpanan mangga.

     11. Penyimpanan buah mangga pada sistim udara terkendalinampaknya tidak memberikan banyak keuntungan dalam perpanjangan masasimpan. Kondisi penyimpanan udara terkendali untuk buah mangga yang amanadalah bersuhu 13 C dengan kadar CO2: 5% dan kadar O2: 5%

     12. Dilihat dari sudut teknis mapun ekonomis, pengangkutan merupakanfaktor penting pada penanganan dan pemasaran buah mangga karena buahmangga cepat membusuk bila tidak disimpan pada suhu dingin, sangat pentinguntuk secepat mungkin mengangkutnya ke lokasi pemasaran.

     13. Pada pengangkutan buah mangga untuk tujuan ekspor maupun domestik harusmenggunakan mobil yang dilengkapi ruang pendingin. Hal ini untuk menjagarantai dingin selama transportasi. Rantai dingin diperlukan untuk membatasi pembusukan tanpa menyebabkan terjadinya kematangan abormal atau perubahan-perubahan lainnya yang tidak diinginkan dan mempertahankan mutusampai ke tangan konsumen. Suhu yang tepat untuk pengangkutan mangga adalah 10°C.

Sekian penjelasan dari sayaa.. Terimakasih yang sudah membaca semoga bermanfaat๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Jumat, 10 Januari 2020

KUNJUNGAN LAPANGAN DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN PENGUJIAN MUTU BENIH PANGAN DAN HORTIKULTURA



Hallo teman-teman semua. Lama yaa kita tak bersua hehe..Sedikit cerita mengenai kunjungan saya dan teman-teman anak Prodi Agroekoteknologi  2017 ke Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Pangan dan Hortikultura ( BBPPMB-TPH) yang ada di depok. Ada yang sudah pernah kesana ? Atau ada yang menjadi karyawan disana ? Tapi semoga belum pernah kesana ya ๐Ÿ˜
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan wawasan terhadap bidang perbenihan, memperluas pengetahuan tentang pengujian mutu benih, dan mengetahui bagaimana cara melakukan pengujian mutu benih.. Nahh langsung aja deh
Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMB-TPH) yang dibentuk berdasafkan Peraturan Mentan No.46/Permentan/OT.140/6/2012.  BBPPMB-TPH itu sendiri merupakan salah  satu balai yang berperan dalam pengujian dan pengembangan mutu benih. Lokasi BBPPMB-TPH ini di Jalan Raya Tapos, Depok daerah Cimanggis Jawa Barat.
Balai ini memiliki visi yaitu mewujudkkan lembaga pengembangan pengujian mutu benih bertaraf internasional untuk mendukung sistem perbenihan tanaman pangan dan hortikultura dan berdaya saing.
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Balai ini didukung oleh laboratorium pengujian yang berperan besar untuk memperoleh data yang akurat dan semuanya dapat dipertanggung jawabkan baik secara ilmiah maupun hukum. Karena BBPPMB-TPH ini berada di bawah naungan ISTA.
Laboratorium yang tersedia di BBPPMB-TPH ini sangat banyak namun hanya beberapa lab yang kami kunjungi yaitu :

1. Laboratorium fisika
Laboratorium fisika memilik tugas yang berbeda dengan laboratorium biologi. Pada laboratorium fisika lebih kepada pengujian untuk penetapan kadar air atau ketersedian kandungan air dalam benih, manganalisis kemurnian benih, penetapan berat 1000 butir benih seperti benih jagung, padi, cabai dan yang lainnya.

2. Laboratorium biologi
Sementara pada laboratorium ini tugasnya yaitu pengujian daya berkecambah dengan menggunakan metode UKD-DP selain pengujian DB lab ini juga memiliki tugas untuk pengujian viabilitas benih secara biokimia, pengujian vigor benih.

         


3. Laboratorium Nematoda
Pengujian Nematoda terbawa benih  (penyabutan terputus,penyyaringan bertingkat corong, Boerman dan pembedahan jaringan langsung). Pada saat pengujian kebanyakan adalah pengujian internal pengembangan metode, jadi sampel yang masuk itu biasanya disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium itu sendiri.
Nematoda untuk 1 sampel itu bisa mencapai 1000 butir dan dibagi menjadi 4 ulangan. Jadi 1 ulangan terdapat 250 butir.
Langkah berikutnya adalah melakukan ekstrak, ekstrak ini dilakukan tidak sampai hancur hanya sampai mengelupas sekamnya. Setelah ekstrak melakukan inkubasi inkubator dengan suhu 25 derajat C. Kemudian ditiriskan di petridish. Setelah ekstrak biasanya besoknya atau H+1 pelaksanaan langsung dilakukan pengamatan.
Nematoda terbawa benih memang ada tetapi tidak untuk semua komoditas.




4. Laboratorium cendawan
Laboratorium cendawan ini hanya menguji cendawan terbawa benih. Alat-alat yang tersedia pada laboratorium ini salah satunya adalah autoklafe dan mikroskop.

5. Laboratorium bakteri
begitupun untuk laboratorium bakteri yaitu untuk menguji bakteri terbawa benih. Pengujian rutin yang dilakukan di laboratorium bakteri ini adalah uji gram,uji katalase,uji kentang,uji hidrolisa padi,uji oksidase dll.

6. Laboratorium virus
Pengujian virus terbawa oleh benih seperti tanaman indikator, growing on test dan DAS elisa. Virus memiliki dua sisi bagi tanaman yang dibudidayakan memiliki Kenaikan produksi jika terkena virus tetapi pada tanaman hias memiliki nilai tambah tersendiri.

7. Laboratorium elektroforesi
Laboratorium elektroforesi ini meemiliki tugas yang unik yaitu memiliki tugas yang bersangkutan dengan DNA, pengujian penanda genetik secara biomolekuler dan uji keaslian vearietas.
Pada setiap masing-masing laboratorium memiliki penanggungjawab yang bertugas untuk penjaga dan juga sebagai pengoperasi laboratorium tersebut. Nah buat teman-teman yang ingin menambah ilmu dan berkunjung ke BBPPMB-TPH nih aku kasih bocoran bahwa petugas disana ramah-ramah semua jadi jangan takut hehe. Dan fasilitas disana dapat berguna untuk teman-teman yang ingin belajar atau sedang melakukan penelitian terkini.

Sekian dari sayaa๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Terimakasi telah menelusuri blog saya. Semoga bermanfaat dan bisa membuka wawasan teman-teman semua.
Jangan lupa untuk saran bisa di tulis dikolom komentar.