Kamis, 14 Februari 2019

Kunjungan PT. East West

Halo para pembaca semua, apa kabar hari ini?
Semoga selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Saya akan berbagi cerita kepada kalian semua tentang kunjungan ke sebuah perusahaan benih terbesar di Indonesia.

Pada hari Kamis, tanggal 24 Januari 2019, kami dari Universitas Trilogi, Jakarta. Melakukan kunjungan ke PT. East West Seed Indonesia. PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) ialah perusahaan yang memproduksi benih sayuran terpadu yang berlokasi di Purwakarta. Sampai saat ini, perusahaan telah memproduksi berbagai macam benih dari mulai benih sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Benih ini dipasarkan dengan merek dagang CAP PANAH MERAH, melalui teknik pemuliaan benih yang dimiliki oleh perusahaan. PT. East West memproduksi benih benih yang memiliki produksi maksimal dan tahan terhadap hama penyakit.



Benih berkualitas sangat memegang peranan penting dalam menunjang sektor pertanian khususnya untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Benih berkualitas dapat diproduksi melalui berbagai proses uji coba dan menggunakan teknologi yang tepat. Untuk dapat mengetahui tentang produksi benih melalui mata kuliah Ilmu Teknologi Benih kami mengadakan kunjungan ke PT. East West dan didampingi oleh Ibu Henny Agustin selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Teknologi Benih (ITB).
Pada awal kunjungan, kami di ajak untuk berkeliling pabrik dan mendapat kesempatan untuk melihat tahapan pengolahan benih dari mulai tahapprocessing , sortasi, coating, dan pada tahappackaging benih. Benih ditumbuhkan oleh para petani kemudian dikirim ke pabrik setelah dilakukan proses pemanenan. Benih yang sudah dipanen harus kita ketahui tentang asal usul keasliannya agar terjaga keaslian genetiknya. Tahapan tersebut menggunakan teknologi yang amat canggih. Lalu kami diajak untuk melihat proses grading benih dengan berbagai macam kapasitas, ada mesin untuk kapasitas benih besar dan kapasitas benih kecil. Tujuan dari dilakukan proses ini yaitu untuk memisahkan kotoran yang tercampur pada benih. PT. East West dalam 8 jam bisa menghasilkan 24 ton benih. Setelah itu kami diajak untuk memasuki ruangan fast drying dimana benih dari para petani dilakukan proses penurunan kadar airnya. Tujuan dilakukan fast drying yaitu untuk mendapatkan kadar air 10% atau untuk menurunkan kadar air pada benih. Lalu kami,memasuki ruangan WH Bulky 5 dimana ruangan tersebutu khusus tanaman jagung dengan suhu ruangan 15 derajat. Lanjut, kita dijelaskan tujuan dari prosescoating, yaitu proses pewarnaan pada benih yang bertujuan untuk melindungi dari hama, melindungi sekitar akar, sebagai nutrisi, dan untuk menghindari pemalsuan. Dan masuk pada kunjungan terakhir yaitu proses packaging, proses packagingdilakukan oleh mesin otomatis yang terdapat didalam ruangan dan terkontrol suhunya. Terdapat 2 macam packagingyaitu packaging dalam kaleng danpackaging dalam plastik alumunium foil.
     Dan kunjungan terakhir kami yaitu ke “URBAN FARMING” tempat yang sangat bagus untuk berfoto-foto ria, disana terdapat toko yang menjual berbagai macam benih, dan alat perlengkapan untuk berkebun.. 
 
Sekien dan terimakasih semoga bermanfaat  😊😊


Rabu, 13 Februari 2019

Kunjungan ke IPB



Assalamu'alaikum ..

Pada pukul 8.00 WIB kami mahasiswa Agroekoteknologi 2017 berkumpul di stasiun bogor untuk melakukan kunjungan ke IPB kampus Dramaga yang dibimbing oleh Bu Mutiara selaku dosen pengampu mata kuliah Dasar Proteksi Tanaman. Singkat cerita, kami tiba di IPB kampus Dramaga pukul 9.00 WIB dan langsung menuju gedung Departemen Proteksi Tanaman. Lalu kedatangan kami disambut sangat baik oleh Dr. Ir. Ruly Anwar, MSi selaku sekretaris Departemen Proteksi Tanaman. lalu kami diajak berkeliling laboratorium, setidaknya ada 11 laboratorium yang kami kunjungi disana. Berikut adalah kisah kami dalam mengelilingi lab demi lab di gedung Departemen Proteksi Tanaman:

1. Laboratorium Pengendalian Hayati
Disini kami diperkenalkan cara pengendalian hama menggunakan musuh-musuh alami. bagaimana cara memperbanyak musuh alami (parasitoid) dengan menggunakan larva dan telur. dengan melakukan pemeliharaan pada hama beras sebagai cara untuk memperoleh larva.




2. Laboratorium Bionomi dan Ekologi Serangga
Lab ini melakukan penelitian tentang ekologi serangga (siklus hidup serangga) dan identifikasi apakah serangga tersebut predator atau bukan. tetapi lab ini lebih cenderung ke predator dan meniliti serangga-serangga umum seperti serangga penyerbuk.


3. Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan
Ada 2 jenis macam bakteri yaitu : Bakteri baik (agen hayati) dan Bakteri tidak baik(patogen). Media yang digunakan untuk biakan bakteri ada dua, yaitu media cair dan media padat. pada media cair media dapat tumbuh dengan cepat karena tidak ada pembatasan pertumbuhan. 

4. Laboratorium Mikologi Tumbuhan 
Berfungsi menangani masalah cendawan yang merugikan atau menguntungkan. Salah satu cendawan yang bersifat merugikan adalah Trichoderma sp.

5. Laboratorium Patologi Serangga
Lebih cenderung pada organisme yang tak kasat mata, dan lebih cenderung pada pengendalian serangga penyebab patogen.

6. Laboratorium Fisiologi dan Toksologi Serangga
Lab ini berfungsi untuk : pengembangan dan pencarian pestisida baru, ruesistensi hama, dan pengembangan dan riset tentang pestisida nabati(pestisida yang berasal dari tanaman/tumbuhan dan bahkan organik lainnya)


7. Klinik Tanaman
klinik? yapp betul, disini ternyata terdapat klinik tanaman juga loh... gak cuma manusia dan hewan aja, tanaman juga punya klinik khusus untuk mengkonsultasi dan menganalisis identifikasi hama dan penyakit. Biasanya akan diberikan solusi apa yang harus dilakukan dan obat apa yang harus diberikan,namun tidak ada rekomendasi mereknya, dan untuk penggunaan pestisida tidak dianjurkan (digunakan sebagai pilihan terakhir)
Biasanya costumer-nya berasal dari mahasiswa dan umum. untuk mahasiswa biasanya tidak dikenakan biaya, namun untuk umum dikenakan biaya persampel. biasanya klinik tanaman terdapat safari klinik tanaman yang melakukan konsultasi keliling dari kota ke kota untuk membantu para petani yang memiliki masalah pada tanaman yang dibudidayanya.

8. Laboratorium Vertebrata Hama 
Lab vertebrata kita diajak untuk mengetahui cara pengawetan hewan hama vertebrata seperti tikus, ular, biawak, dll.
cara pengawetan ada dua yaitu : 

  • awetan basah, pengawetan dilakukan dengan memasukan hewan kedalam botol yang telah berisi formalin 37% untuk menghancurkan lemak yang terdapat didalam tubuhnya. setelah satu bulan cairan formalin digantikan dengan alkohol 70%
  • awetan kering dilakukan dengan cara menyuntik mati hewan dan mengeluarkan isi tubuhnya lalu digantikan dengan kapas


9. Laboratorium Biosistematik Serangga
laboratorium dimana semua jenis serangga diidentifikasi dari mulai klasifikasi, pengelompokan dan bagaimana bentuk serangganya terhadap tanaman serta untuk mengetahui cara pengendalian serangga tersebut


Lelah dan lapar pun mulai melanda kami semua...
tetapi kami harus tetap semangat karena masih tersisa dua pintu lab lagi yang harus kami kunjungi. Next:

10. Museum Serangga
Tempat ini adalah tempat paling favorit dari semua tempat yang telah kami kunjungi, karena disana kami dapat melihat koleksi jenis serangga yang sangat cantik, dan unik dengan berbagai macam ukuran serta warna yang beragam. Penyusunan serangga dapat berdasarkan ordo,famili, menurut hama tanaman, dll. 



Yey.. Tersisa satu pintu lagi yang akan kami kunjungi yaitu:

11. Laboratorium Nematologi Tumbuhan
Nematologi dalam bahasa Yunani berasal dari kata nematos (benang) dan edos (menyerupai), jadi nematologi merupakan mikroorganisme yang bentuknya menyerupai benang, sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Jadi beda ya cacing dan nematoda. kalau cacing masih bisa dilihat oleh mata kita.
Peranan nematoda ada yang positif seperti sebagai pengendali hama hetero habit dan predator nematoda lainnya, sedangkan peranan yang negatif contohnya sebagai vektor virus yang menyerang tanaman. Cara membedakan nematoda betina dan jantan, yaitu pada nematoda betina terdapat fulfa (rahim).

Kunjungan kami pun telah berakhir dengan berpamitan dan melakukan foto bersama. Kami pun pulang dalam keadaan telah membawa ilmu yang amat sangat bermanfaat walaupun cukup lelah. Semoga kunjungan kami dapat bermanfaat bagi kami para petani muda sukses!

Wassalamu'alikum..

Pengujian tanah dan pupuk





Assalamualaikum wr wb,..
Haiii kalian semua jangan bosan-bosan yaa baca tulisanku 😊

Okeyy kali ini aku mau melakukan pengujian tanah dan pengujian pupuk .
Kenapa kok harus diuji sih? Jadii gak Cuma manusia aja yang butuh perawatan tetapi tanaman juga memerlukan perawatan. Melakukan penyiraman ini salah satu perawatan untuk pertumbuhan tanaman, nah penyiraman saja ternayata tidak cukup loh jadi kita harus memberikan pupuk yang sesuai untuk tanaman kita nih dan juga media tanam seperti tanah yang harus benar-benar diperhatikan karena tanah yang layak pastinya akan bagus juga dong untuk pertumbuhan tanaman kita agar optimal dan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang juara..
   Yaudah yuk langsung aja kita lihat hasil analisa pengujian tanah dan pengujian pupuk organik. Dibaca, diresapi, dan dipahami okey

 Pengujian Tanah
  alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), merupakan alat bantu analisis hara tanah kering secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan. 

Keterangan :
Sampel tanah 1 diambil dari lahan pekarangan rumah Ciganjur, Jakarta Selatan
Sampel tanah 2 diambil dari lahan fakultas Bioindustri,Universitas Trilogi
1.    Pengujian Tanah Rekomendasi Pemupukan P
Pengujian tanah dilakukan adalah untuk melihat apakah tanah tersebut subur dan pupuk manakah yang cocok untuk tanah tersebut.
Metode Kerja :
a)      Pertama-tama kita ambil sampel tanah yang berada di lingkungan rumah.
b)      Ambil  tanah ½ sendok  spatula
c)       Campurkan pereaksi P-1 sebayak 3 ml
d)      Lalu diaduk selama 1 menit
e)      Setelah diaduk, tambahkan pereaksi P-2
f)       Lalu diaduk selama 1 menit,
g)      Selanjutnya kita diamkan selama 5 – 10 menit.
h)      Lalu kita lihat warna tanah akan berubah seperti apa dan dilihat pada keterangan berikut :

Hasil Uji P tanah :
Sampel 1
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 1 termasuk dalam status P yaitu sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian  tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.



Sampel 2
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 2 termasuk dalam status P sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian  tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.




2.       Pengujian Tanah uji K
Metode Kerja :
a)      Masukkan tanah kedalam tabung reaksi
b)      Ambil tanah ½ sendok spatula
c)       Tetesi pereaksi K-1 sebanyak 4 ml
d)      Diaduk hingga homogen selama 1 menit
e)      Tambahkan pereaksi K-2 sebanyak 2 tetes
f)       Aduk selama 1 menit
g)      Selanjutnya tambahkan pereaksi K-3 sebanyak 3 tetes
h)      Lihat hasil kecocokan  pada keterangan berikut
Sampel  1
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 1 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.


Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 2 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.


3.       Pengujian Tanah uji C
Metode Kerja :
a)      Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b)      Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 1 ml
c)       Aduk hingga homogen selama 1 menit
d)      Setelah diaduk diamkan selama 5 menit
e)      Lalu tambahkan pereaksi C-2 sebanyak 3 tetes
f)       Aduk hingga homogen lalu diamkan selama 5 menit hingga terlihat busa.
g)      Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 1 memiliki batas busa  < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 2 memiliki batas busa  < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.




4.       Pengujian Ph Tanah
Metode Kerja :
a)      Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b)      Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 4 Ml
c)       Aduk selama 2 menit
d)      Lalu tambahkan pereaksi PH-2 sebanyak 2 tetes
e)      Diamkan selama 10 menit
f)       Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 1 termasuk dalam kategori PH agak masam yaitu kisaran ph 5-6, dengan ph tersebut tanah masih bisa digunakan untuk bercocok tanam hanya saja diperlakukan pemupukan yang sesuai dengan dosis dan ph agak masam.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 2 termasuk dalam kategori Netral yaitu kisaran PH 6-7, dengan PH tersebut media tanah cukup untuk dilakukan budidaya tanaman dan perlakuan pupuk dapat disesuaikan.







Pengujian Pupuk
alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO), merupakan alat bantu analisis kandungan dalam pupuk organik padat secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan.

keterangan :
Sampel 1 adalah pupuk organik kompos
Sampel 2 adalah pupuk organik kandang ayam
1.       Pengujian Pupuk Organik uji C
Metode Kerja :
a)      Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos  dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b)      Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 5 ml
c)       Aduk per 1 menit selama menit
d)      Tambahkan C-2 sebanyak 1 ml
e)      Diamkan selama 15 menit
f)       Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kompos 1 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kandang ayam 2 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.



2.       Pengujian Pupuk Organik uji PH
Metode Kerja :
a)      Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b)      Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 5 ml
c)       Aduk hingga homogeny selama 10 menit
d)      Tambahkan PH-2 sebanyak 1 tetes
e)      Lalu aduk hingga homogen selama 2 menit
f)       Diamkan selama 15 menit


Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic Kompos di dapatkan pupuk dengan PH 7, yaitu pupuk kompos memiliki PH netral dengan dilambangkan warna hijau terang.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic kandang ayam didapatkan pupuk dengan kandungan PH 8, yaitu pupuk kandang ayam memiliki PH yang netral dengan dilambangkan warna hijau gelap.


Mudah-mudahan apa yang telah telah di baca menambah wawasan kita dan mampu untuk berbagi ilmu kepada orang lain..
terima kasih yang  sudah meluangkan waktu untuk membaca 😊



waasalamualaikum wr wb,..

Sabtu, 26 Januari 2019

Kunjungan ke balai tanah bogor

KUNJUNGAN MAHASISWA AGROTEKNOLOGI TRILOGI JAKARTA KE BALAI PENELITIAN TANAH BOGOR


Haiii teman jangan bosen yaa buat baca blog saya... Heheheh
Kali ini saya akan membahas tentang hasil kunjungan saya dan teman-teman ke balitan. Apa itu BalitTan?  BalitTan memiliki kepanjangan yaitu Balai Penelitian Tanah.  BalitTan sendiri berlokasi di daerah cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat.

[ Jum'at , 18 januari 2019 ]

Melakukan kegiatan kunjungan di tempat-tempat penelitian / pengetahuan bagi mahasiswa, sekarang ini sudah tidak menjadi hal yang heroic lagi. Setiap mahasiswa pasti berlomba-lomba mencari informasi mengenai tempat yang dikunjunginya dengan dibekali catatan kecil dan alat perekam suara untuk dijadikan sebuah laporan dari kunjungan tersebut.

Balai Penelitian tanah adalah salah satu balai yang ada dalam Pusat Pengembangan dan Penelitian Tanah. Balai ini bertugas melaksanakan penelitian tanah untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia. Sebagai Balai Penelitian tingkat nasional, Balittanah  mempunyai tugas melaksanakan penelitian untuk menghasilkan teknologi pengelolaan sumber daya tanah yang meliputi konservasi, rehabilitasi dan reklamasi tanah, dan kesuburan tanah.

Balai Penelitian Tanah memiliki fasilitas laboratorium penguji untuk menguji kimia, fisika, biologi, meneralogi tanah, serta pilot plant pupuk hayati unggulan nasional. Kami hanya sempat mengunjungi laboratorium pengujian Biologi, Fisika, dan kimia tanah. 
  • Laboratorium pengujian Biologi tanah. Laboratorium ini kami di jelaskan mengenai kegiatan penelitian biologi tanah,identifikasi mikroba, pupuk, dan peralatan penunjang pengujian biologi tanah. Penelitian biologi tanah adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik dan pengomposan limbah pertanian serta bahan organik lainnya memalui pemanfaatan mikroba dan makrofauna tanah. Mikroba dan mikrofauna tanah berperan dalam penyediaan atau fasilitas penyerapan hara, pemacuan tumbuh tanaman, perombakan bahan organik, pembenah tanah, dll.

  • Laboratorium pengujian Kimia tanah. Laboratorium ini kami di jelaskan mengenai mekanisme pelayanan contoh tanah, tanaman, pupuk, air, dan beberapa peralatan laboratorium kimia tanah. Biasanya pada laboratorium kimia di pakai untuk menguji kesuburan tanah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanah melalui teknik pengolahan hara dan pupuk serta perbaikan sifat kimia tanah. Pengujian ini meliputi uji tanah untuk rekomendasi pemupukan, pengolahan tanah, pengolahan hara, dan sistem pertanian organik pada ekosistem lahan sawah dan lahan kering.







  • Laboratorium pengujian Fisika tanah.  Kami diberikan penjelasan mengenai parameter dan peralatan yang menunjang kegiatan pengujian fisika tanah. Salah satu peralatan yang di tunjukkan yaitu Water Holding Capacity yaitu alat untuk mengetahui banyaknya air yang dapat dipertahankan oleh tanah pada tekanan tertentu.



  • Laboratorium pengujian minarologi tanah.                                            Laboratorium Minerogi Tanah melakukan analisa berbagai jenis mineral pada fraksi pasir dan fraksi liat tanah. Analisa fraksi pasir dilakukan menggunakan mikroskop polarisasi untuk mengetahui jumlah kandungan mineral mudah lapuk dalam tanah sebagai pembawa cadangan hara tanaman. Analisa fraksi liat dilakukan menggunakan X-ray diffraction (XRD) untuk mentukan berbagai jenis mineral liat dalam tanah sebagai dasar menentukan kemudahan pengo lahan tanah dan efisiensi pemupukan.



Terimakasih kepada Ibu Mutiara yang telah membawa kami mengunjungi Balai Penelitian Tanah. dan terimakasih kepada Balai penelelitian tanah yang telah mengizinkan dan berbagi ilmu pengetahuan kepada kami.

Sekien dari saya semoga bermanfaat  😊😊