Rabu, 15 Juli 2020

Penangaman pasca panen pada buah

Penanganan Pasca Panen pada buah Mangga di Indramayu

Assalmu'alaikum..
Haii teman-teman bertemu lagi di blog saya..
Disini saya akan menjelaskan penanganan pasca panen pada buah mangga di indramayu, yukk disimak siapa tau bermanfaat untuk kita yang sudah membaca 😊

Nahh kita langsung aja yaa.. Pertama saya akan menjelaskan pengertian..
Pengertian pascapanen hasil pertanian ini adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan sampai siap untuk dipasarkan (Anonim, 1986). Hasil utama pertanian adalah hasil pertanian yang merupakan produk utama untuk tujuan usaha pertanian dan diperoleh hasil melalui maupun tidak melalui proses pengolahan (Anonim, 1986).

        Adapun yang dimaksud dengan penanganan pascapanen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industri ( Anonim, 1986). Penanganan pascapanen hasil pertanian meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi.

        Sesuai dengan pengertian tersebut diatas, kegiatan pascapanen meliputi kegiatan pemungutan hasil (pemanenan), perawatan, pengawetan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, penggundangan dan standardisasi mutu ditingkat produsen. Khususnya terhadap komoditas padi, tahapan pascapanen padi meliputi pemanenan, perontokan, perawatan, pengeringan, penggilingan, pengolahan, transportasi, penyimpanan, standardisasi mutu dan penanganan limbah.

        Penanganan pascapanen hasil pertanian bertujuan untuk menekan tingkat kerusakan hasil panen komoditas pertanian dengan meningkatkan daya simpan dan daya guna komoditas pertanian agar dapat menunjang usaha penyediaan bahan baku industri dalam negeri, meningkatkan nilai tambah dan pendapatan, meningkatkan devisa negara dan perluasan kesempatan kerja serta melestarikan sumberdaya alam dan lingkugan hidup.

 Langkah –langkah penanganan pasca panen buah mangga:

    1. Waktu pemetikan buah antara jam 07.00-08.00 wib ,maupun pada sore hari, buah yang di petik tidak langsung terkena sinar matahari karena akan mempercepat perusakan buah .

        Buah yang dipanen dengan menggunakan tangkai menunjukkan getah yang lebih bersih berbeda dengan buah yang tidak menggunakan tangkai lebih tampak kotor. Buah mangga dipanen dengan tingkat ketuaan85% yaitu berumur 110 – 120 hari semenjak bunga mekar dengan warna hijaudengan pangkal kemerahan. Buah mangga dipanen dengan menyisakan tangkai sepanjang 10 - 15 mm.

        Hal ini dikarenakan dengan menyisakan tangkai tidak akan terjadi penyebaran getah. Getah ini diperkirakan akan mempercepat kerusakan buah dan mendorong terjadinya stem end rot dan akan mengotori permukaan buahsehingga buah tetap terlihat bersih. Dalam tahap pemanenan buah tidak bolehdilempar untuk mengurangikerusakan akibat memar.Waktu panen dan cara petik yang tepatdapat menekan kerusakan dan meningkatkan kualitas terutama untuk  pemasaran eskspor.

     2. Membersihkan buah : Apabila saat panen digunakan gunting untuk memanen buah, setidaknya 10 cm dari tangkai harus dipertahankan. Dengan demikian getah yang sangatlekat dan mudah mengalir pada buah mangga yang baru dipetik, tidak akanmengotori  buah

        Buah mangga, khususnya varietas berwarna hijau di Indonesia, banyak sekali mengalirkan lateks atau getah dari tangkai yang baru sajadipotong. Getah ini harus dibersihkan dari buah dengan mencuci buah denganlarutan 100 ppm natrium hipokhlorit secepatnya setelah buah dipetik, untuk mencegah getah membakar kulit buah yang selanjutnya dapat menyebabkan buah membusuk.

        Untuk mengendalikan Antraknosis buah direndam dalam air hangat bersuhu 520 C selama 1 - 3 menit. Kendala yang dihadapi pada metodeini ialah bahwa sulit sekali untuk mempertahankan suhu yang diperlukan dengan peralatan yang tersedia di daerah pedesaan. Lagi pula metode ini mahal dan buahakan banyak bertambah ringan, kehilangan lapisan lilinnya dan lebih cepatmembusuk sebagai akibat dari penerapan metode tersebut.

     3. Sortasi buah mangga: Setelah pemanenan,Perlakuan ini dilakukan untuk memperoleh buah dengan ukuran, tingkat kematangan dan kualitas yang seragam. Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang layak  jual dan tidak layak dijual agar diperoleh buah yang seragam bentuk, warna,ukuran dan kematangannya

     4. Grading buah mangga : grading ini dilakukan untuk memperoleh buah yang seragam ukurannya (besar, sedang, kecil atau sanga tkecil).Sortasi dan grading mangga gedong dilakukan dengan kriteria ukuranyang seragam dilakukan dengan pemilahan buah berdasarkan ukuran tidak cacat, utuh, tidak duduk, tidak  bernoda hitam, tidak berlubang dan tidak tergores.

        Sortasi dan pengkelasan dilakukan secara manual dengan cara memisahkan buah berukuran kecil ≤200g, sedang 200-400g dan besar ≥400g. Kegiatan ini penting dilakukan agar buah yang dipasarkan terjaga mutunya,karena buah yang rusak akan mempercepat dan mempengaruhi kerusakan buahyang lain yang ada dalam satu kemasan. Pada buah mangga gedong, kriteriayang juga sangat penting dalam sortasi adalah buah tidak duduk (bentuk buahdatar di ujung)

      5. Pelilinan (waxing) : pelapisan lilin atau waxing dapat menekan laju respirasi sehingga perlakuan ini merupakan salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Pelilinan akan menghambat proses respirasi sehingga perubahan kimiawi yang terjadi pada mangga relatif terhambat.
  
         Dengan terjadinya penghambatan respirasi akan menunda kematangan buah. Pelilinan 6% yang diikuti dengan penggunaan benomyl 1000 ppm dan glossy agent dengan konsentrasi 0,125% dapat mempertahankankesegaran buah hingga mencapai minggu ke 4 dibandingkan dengan buah tanpa pelilinan. Hal ini menunjukkan bahwa pelilinan mampu membentuk lapisan padaseluruh permukaan mangga dan menutupi pori-pori secara merata namun tidak mengganggu aktivitas fisiologis yang masih berlangsung. Proses ini yang diduga sebagai proses penghambatan sehingga buah lebih tahan lama dibandingkandengan tanpa adanya pelilinan.

         Perlakuan pelilinan buah dilakukan dengan cara pencelupan atau penyemprotan menggunakan emulsi lilin selama 10 - 30 detik. Kemudian dilakukan penirisan dengan membiarkan kering angin atau menggunakan kipas angin agar mempercepat proses pengeringan. Mangga yang diberi perlakuan pelilinan memiliki penampakan yang lebih bagus dibandingkan dengan tanpa pelilinan. Pada buah mangga dapat menurunkan serangan antracnose dan buah memiliki penampakan yang lebih baik secara fisik dan kimia dengan kerusakan minimal.
   
      6. Pengemasan : Pengemasan harus mampu melindungi mangga dari kerusakan yang terjadi selama distribusi dan  pemasaran. Fungsi lain pengemasan adalah mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan dalam waktu yang lama,termasuk dalam kondisi kelembaban nisbi yang mendekati jenuh atau Setelah terguyur air.

         Pengemasan merupakan bagian dari kegiatan pascapanen sebelum dilakukan transportasi atau penyimpanan. Adanya wadah atau pembungkusdapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya dan melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan,benturan, getaran) (Broto, W., 2003).

         Untuk pemasaran ekspor,sebelum dimasukkan ke dalam karton, mangga diberi  pelapis net foam. Hal inidilakukan untuk mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama dalamtransportasi. Setelah dilakukan  pengemasan dengan net foam, baru kemudiandimasukkan ke dalam karton yang dibagian dalam diberi pelapis lilin. Ukurankarton yang digunakan adalah 40x30x10 cm dengan isi tiap karton 2 kg

      7. Adaptasi suhu : untuk mencegah terjadinya chilling injury yaitu kerusakan buah jika suhu yang digunakan terlalu rendah. Adaptasi suhu dilakukan pada suhu 15°C selama 24 jam. Hal ini sesuai dengan beberapa penelitian yangmenggunakan suhu adaptasi pada 15°C yang dapat mempertahankan kesegaran buah selama 4 minggu (Lam and Ng,1984). Setelah buah dikemas kemudiandilakukan adaptasi pada cold room. Setelah tercapai suhu yang diinginkan, buah dipindahkan ke ruang berpendingin dengan suhu 10°C untuk penyimpanan.

      8. Penyimpanan buah mangga: dilakukan dalam suhu dingin. Penyimpanan dingin buah klimakterik selain mengakibatkan tertundanya kematangan buah juga berpengaruh pada respon jaringan terhadap etilen. Hal ini berarti,buah memerlukan waktu kontak lebih lamadengan dosis etilen tertentu untuk mengawali kematangannya pada suhu rendah (BrotoW,2003). Penyimpanan dingin bertujuan untuk membatasi pembusukan tanpa menyebabkan terjadinyakematangan abnormal atau  perubahan-perubahan lainnya yang tidak  diinginkandan mempertahankan mutu sampai ke tangan konsumen dalam jangka waktu yang lama.

      9. Perlu diperhatikan bahwa buah mangga dapat rusak karena suhurendah/dingin (kerusakaan faali bila disimpan pada suhu rendah tetapi di atastitik beku air). Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat sebagai berubahnya warna kulit menjadi abu-abu, terbentuknya lobang-lobang padakulit dan buah tidak merata menjadi masak (warna buah jelek dan juga rasanya pun tidak enak). Guna mencegah kerusakan oleh suhu rendah, sebaiknya buahmangga disimpan pada duhu 10 - 150C.

     10. Kisaran ini disebabkan oleh varietas,tingkat masak buah, lokasi, pengaruh musim pada buah, dan sebagainya.Umur kesegaran mangga dapat dipertahankan hingga 2 – 3 minggu biladisimpan pada kondisi suhu 13C dan kelembaban 85 – 90 persen, namundemikian beberapa varietas masih dapat bertahan pada suhu yang lebih rendahyaitu 10 C di bawah suhu tersebut merupakan kondisi yang tidak baik bagi penyimpanan mangga.

     11. Penyimpanan buah mangga pada sistim udara terkendalinampaknya tidak memberikan banyak keuntungan dalam perpanjangan masasimpan. Kondisi penyimpanan udara terkendali untuk buah mangga yang amanadalah bersuhu 13 C dengan kadar CO2: 5% dan kadar O2: 5%

     12. Dilihat dari sudut teknis mapun ekonomis, pengangkutan merupakanfaktor penting pada penanganan dan pemasaran buah mangga karena buahmangga cepat membusuk bila tidak disimpan pada suhu dingin, sangat pentinguntuk secepat mungkin mengangkutnya ke lokasi pemasaran.

     13. Pada pengangkutan buah mangga untuk tujuan ekspor maupun domestik harusmenggunakan mobil yang dilengkapi ruang pendingin. Hal ini untuk menjagarantai dingin selama transportasi. Rantai dingin diperlukan untuk membatasi pembusukan tanpa menyebabkan terjadinya kematangan abormal atau perubahan-perubahan lainnya yang tidak diinginkan dan mempertahankan mutusampai ke tangan konsumen. Suhu yang tepat untuk pengangkutan mangga adalah 10°C.

Sekian penjelasan dari sayaa.. Terimakasih yang sudah membaca semoga bermanfaat😊😊

Jumat, 10 Januari 2020

KUNJUNGAN LAPANGAN DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN PENGUJIAN MUTU BENIH PANGAN DAN HORTIKULTURA



Hallo teman-teman semua. Lama yaa kita tak bersua hehe..Sedikit cerita mengenai kunjungan saya dan teman-teman anak Prodi Agroekoteknologi  2017 ke Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Pangan dan Hortikultura ( BBPPMB-TPH) yang ada di depok. Ada yang sudah pernah kesana ? Atau ada yang menjadi karyawan disana ? Tapi semoga belum pernah kesana ya 😁
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan wawasan terhadap bidang perbenihan, memperluas pengetahuan tentang pengujian mutu benih, dan mengetahui bagaimana cara melakukan pengujian mutu benih.. Nahh langsung aja deh
Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBPPMB-TPH) yang dibentuk berdasafkan Peraturan Mentan No.46/Permentan/OT.140/6/2012.  BBPPMB-TPH itu sendiri merupakan salah  satu balai yang berperan dalam pengujian dan pengembangan mutu benih. Lokasi BBPPMB-TPH ini di Jalan Raya Tapos, Depok daerah Cimanggis Jawa Barat.
Balai ini memiliki visi yaitu mewujudkkan lembaga pengembangan pengujian mutu benih bertaraf internasional untuk mendukung sistem perbenihan tanaman pangan dan hortikultura dan berdaya saing.
Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Balai ini didukung oleh laboratorium pengujian yang berperan besar untuk memperoleh data yang akurat dan semuanya dapat dipertanggung jawabkan baik secara ilmiah maupun hukum. Karena BBPPMB-TPH ini berada di bawah naungan ISTA.
Laboratorium yang tersedia di BBPPMB-TPH ini sangat banyak namun hanya beberapa lab yang kami kunjungi yaitu :

1. Laboratorium fisika
Laboratorium fisika memilik tugas yang berbeda dengan laboratorium biologi. Pada laboratorium fisika lebih kepada pengujian untuk penetapan kadar air atau ketersedian kandungan air dalam benih, manganalisis kemurnian benih, penetapan berat 1000 butir benih seperti benih jagung, padi, cabai dan yang lainnya.

2. Laboratorium biologi
Sementara pada laboratorium ini tugasnya yaitu pengujian daya berkecambah dengan menggunakan metode UKD-DP selain pengujian DB lab ini juga memiliki tugas untuk pengujian viabilitas benih secara biokimia, pengujian vigor benih.

         


3. Laboratorium Nematoda
Pengujian Nematoda terbawa benih  (penyabutan terputus,penyyaringan bertingkat corong, Boerman dan pembedahan jaringan langsung). Pada saat pengujian kebanyakan adalah pengujian internal pengembangan metode, jadi sampel yang masuk itu biasanya disesuaikan dengan kebutuhan laboratorium itu sendiri.
Nematoda untuk 1 sampel itu bisa mencapai 1000 butir dan dibagi menjadi 4 ulangan. Jadi 1 ulangan terdapat 250 butir.
Langkah berikutnya adalah melakukan ekstrak, ekstrak ini dilakukan tidak sampai hancur hanya sampai mengelupas sekamnya. Setelah ekstrak melakukan inkubasi inkubator dengan suhu 25 derajat C. Kemudian ditiriskan di petridish. Setelah ekstrak biasanya besoknya atau H+1 pelaksanaan langsung dilakukan pengamatan.
Nematoda terbawa benih memang ada tetapi tidak untuk semua komoditas.




4. Laboratorium cendawan
Laboratorium cendawan ini hanya menguji cendawan terbawa benih. Alat-alat yang tersedia pada laboratorium ini salah satunya adalah autoklafe dan mikroskop.

5. Laboratorium bakteri
begitupun untuk laboratorium bakteri yaitu untuk menguji bakteri terbawa benih. Pengujian rutin yang dilakukan di laboratorium bakteri ini adalah uji gram,uji katalase,uji kentang,uji hidrolisa padi,uji oksidase dll.

6. Laboratorium virus
Pengujian virus terbawa oleh benih seperti tanaman indikator, growing on test dan DAS elisa. Virus memiliki dua sisi bagi tanaman yang dibudidayakan memiliki Kenaikan produksi jika terkena virus tetapi pada tanaman hias memiliki nilai tambah tersendiri.

7. Laboratorium elektroforesi
Laboratorium elektroforesi ini meemiliki tugas yang unik yaitu memiliki tugas yang bersangkutan dengan DNA, pengujian penanda genetik secara biomolekuler dan uji keaslian vearietas.
Pada setiap masing-masing laboratorium memiliki penanggungjawab yang bertugas untuk penjaga dan juga sebagai pengoperasi laboratorium tersebut. Nah buat teman-teman yang ingin menambah ilmu dan berkunjung ke BBPPMB-TPH nih aku kasih bocoran bahwa petugas disana ramah-ramah semua jadi jangan takut hehe. Dan fasilitas disana dapat berguna untuk teman-teman yang ingin belajar atau sedang melakukan penelitian terkini.

Sekian dari sayaa😊😊
Terimakasi telah menelusuri blog saya. Semoga bermanfaat dan bisa membuka wawasan teman-teman semua.
Jangan lupa untuk saran bisa di tulis dikolom komentar.



Kamis, 14 Februari 2019

Kunjungan PT. East West

Halo para pembaca semua, apa kabar hari ini?
Semoga selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Saya akan berbagi cerita kepada kalian semua tentang kunjungan ke sebuah perusahaan benih terbesar di Indonesia.

Pada hari Kamis, tanggal 24 Januari 2019, kami dari Universitas Trilogi, Jakarta. Melakukan kunjungan ke PT. East West Seed Indonesia. PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) ialah perusahaan yang memproduksi benih sayuran terpadu yang berlokasi di Purwakarta. Sampai saat ini, perusahaan telah memproduksi berbagai macam benih dari mulai benih sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Benih ini dipasarkan dengan merek dagang CAP PANAH MERAH, melalui teknik pemuliaan benih yang dimiliki oleh perusahaan. PT. East West memproduksi benih benih yang memiliki produksi maksimal dan tahan terhadap hama penyakit.



Benih berkualitas sangat memegang peranan penting dalam menunjang sektor pertanian khususnya untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Benih berkualitas dapat diproduksi melalui berbagai proses uji coba dan menggunakan teknologi yang tepat. Untuk dapat mengetahui tentang produksi benih melalui mata kuliah Ilmu Teknologi Benih kami mengadakan kunjungan ke PT. East West dan didampingi oleh Ibu Henny Agustin selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Teknologi Benih (ITB).
Pada awal kunjungan, kami di ajak untuk berkeliling pabrik dan mendapat kesempatan untuk melihat tahapan pengolahan benih dari mulai tahapprocessing , sortasi, coating, dan pada tahappackaging benih. Benih ditumbuhkan oleh para petani kemudian dikirim ke pabrik setelah dilakukan proses pemanenan. Benih yang sudah dipanen harus kita ketahui tentang asal usul keasliannya agar terjaga keaslian genetiknya. Tahapan tersebut menggunakan teknologi yang amat canggih. Lalu kami diajak untuk melihat proses grading benih dengan berbagai macam kapasitas, ada mesin untuk kapasitas benih besar dan kapasitas benih kecil. Tujuan dari dilakukan proses ini yaitu untuk memisahkan kotoran yang tercampur pada benih. PT. East West dalam 8 jam bisa menghasilkan 24 ton benih. Setelah itu kami diajak untuk memasuki ruangan fast drying dimana benih dari para petani dilakukan proses penurunan kadar airnya. Tujuan dilakukan fast drying yaitu untuk mendapatkan kadar air 10% atau untuk menurunkan kadar air pada benih. Lalu kami,memasuki ruangan WH Bulky 5 dimana ruangan tersebutu khusus tanaman jagung dengan suhu ruangan 15 derajat. Lanjut, kita dijelaskan tujuan dari prosescoating, yaitu proses pewarnaan pada benih yang bertujuan untuk melindungi dari hama, melindungi sekitar akar, sebagai nutrisi, dan untuk menghindari pemalsuan. Dan masuk pada kunjungan terakhir yaitu proses packaging, proses packagingdilakukan oleh mesin otomatis yang terdapat didalam ruangan dan terkontrol suhunya. Terdapat 2 macam packagingyaitu packaging dalam kaleng danpackaging dalam plastik alumunium foil.
     Dan kunjungan terakhir kami yaitu ke “URBAN FARMING” tempat yang sangat bagus untuk berfoto-foto ria, disana terdapat toko yang menjual berbagai macam benih, dan alat perlengkapan untuk berkebun.. 
 
Sekien dan terimakasih semoga bermanfaat  😊😊


Rabu, 13 Februari 2019

Kunjungan ke IPB



Assalamu'alaikum ..

Pada pukul 8.00 WIB kami mahasiswa Agroekoteknologi 2017 berkumpul di stasiun bogor untuk melakukan kunjungan ke IPB kampus Dramaga yang dibimbing oleh Bu Mutiara selaku dosen pengampu mata kuliah Dasar Proteksi Tanaman. Singkat cerita, kami tiba di IPB kampus Dramaga pukul 9.00 WIB dan langsung menuju gedung Departemen Proteksi Tanaman. Lalu kedatangan kami disambut sangat baik oleh Dr. Ir. Ruly Anwar, MSi selaku sekretaris Departemen Proteksi Tanaman. lalu kami diajak berkeliling laboratorium, setidaknya ada 11 laboratorium yang kami kunjungi disana. Berikut adalah kisah kami dalam mengelilingi lab demi lab di gedung Departemen Proteksi Tanaman:

1. Laboratorium Pengendalian Hayati
Disini kami diperkenalkan cara pengendalian hama menggunakan musuh-musuh alami. bagaimana cara memperbanyak musuh alami (parasitoid) dengan menggunakan larva dan telur. dengan melakukan pemeliharaan pada hama beras sebagai cara untuk memperoleh larva.




2. Laboratorium Bionomi dan Ekologi Serangga
Lab ini melakukan penelitian tentang ekologi serangga (siklus hidup serangga) dan identifikasi apakah serangga tersebut predator atau bukan. tetapi lab ini lebih cenderung ke predator dan meniliti serangga-serangga umum seperti serangga penyerbuk.


3. Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan
Ada 2 jenis macam bakteri yaitu : Bakteri baik (agen hayati) dan Bakteri tidak baik(patogen). Media yang digunakan untuk biakan bakteri ada dua, yaitu media cair dan media padat. pada media cair media dapat tumbuh dengan cepat karena tidak ada pembatasan pertumbuhan. 

4. Laboratorium Mikologi Tumbuhan 
Berfungsi menangani masalah cendawan yang merugikan atau menguntungkan. Salah satu cendawan yang bersifat merugikan adalah Trichoderma sp.

5. Laboratorium Patologi Serangga
Lebih cenderung pada organisme yang tak kasat mata, dan lebih cenderung pada pengendalian serangga penyebab patogen.

6. Laboratorium Fisiologi dan Toksologi Serangga
Lab ini berfungsi untuk : pengembangan dan pencarian pestisida baru, ruesistensi hama, dan pengembangan dan riset tentang pestisida nabati(pestisida yang berasal dari tanaman/tumbuhan dan bahkan organik lainnya)


7. Klinik Tanaman
klinik? yapp betul, disini ternyata terdapat klinik tanaman juga loh... gak cuma manusia dan hewan aja, tanaman juga punya klinik khusus untuk mengkonsultasi dan menganalisis identifikasi hama dan penyakit. Biasanya akan diberikan solusi apa yang harus dilakukan dan obat apa yang harus diberikan,namun tidak ada rekomendasi mereknya, dan untuk penggunaan pestisida tidak dianjurkan (digunakan sebagai pilihan terakhir)
Biasanya costumer-nya berasal dari mahasiswa dan umum. untuk mahasiswa biasanya tidak dikenakan biaya, namun untuk umum dikenakan biaya persampel. biasanya klinik tanaman terdapat safari klinik tanaman yang melakukan konsultasi keliling dari kota ke kota untuk membantu para petani yang memiliki masalah pada tanaman yang dibudidayanya.

8. Laboratorium Vertebrata Hama 
Lab vertebrata kita diajak untuk mengetahui cara pengawetan hewan hama vertebrata seperti tikus, ular, biawak, dll.
cara pengawetan ada dua yaitu : 

  • awetan basah, pengawetan dilakukan dengan memasukan hewan kedalam botol yang telah berisi formalin 37% untuk menghancurkan lemak yang terdapat didalam tubuhnya. setelah satu bulan cairan formalin digantikan dengan alkohol 70%
  • awetan kering dilakukan dengan cara menyuntik mati hewan dan mengeluarkan isi tubuhnya lalu digantikan dengan kapas


9. Laboratorium Biosistematik Serangga
laboratorium dimana semua jenis serangga diidentifikasi dari mulai klasifikasi, pengelompokan dan bagaimana bentuk serangganya terhadap tanaman serta untuk mengetahui cara pengendalian serangga tersebut


Lelah dan lapar pun mulai melanda kami semua...
tetapi kami harus tetap semangat karena masih tersisa dua pintu lab lagi yang harus kami kunjungi. Next:

10. Museum Serangga
Tempat ini adalah tempat paling favorit dari semua tempat yang telah kami kunjungi, karena disana kami dapat melihat koleksi jenis serangga yang sangat cantik, dan unik dengan berbagai macam ukuran serta warna yang beragam. Penyusunan serangga dapat berdasarkan ordo,famili, menurut hama tanaman, dll. 



Yey.. Tersisa satu pintu lagi yang akan kami kunjungi yaitu:

11. Laboratorium Nematologi Tumbuhan
Nematologi dalam bahasa Yunani berasal dari kata nematos (benang) dan edos (menyerupai), jadi nematologi merupakan mikroorganisme yang bentuknya menyerupai benang, sangat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Jadi beda ya cacing dan nematoda. kalau cacing masih bisa dilihat oleh mata kita.
Peranan nematoda ada yang positif seperti sebagai pengendali hama hetero habit dan predator nematoda lainnya, sedangkan peranan yang negatif contohnya sebagai vektor virus yang menyerang tanaman. Cara membedakan nematoda betina dan jantan, yaitu pada nematoda betina terdapat fulfa (rahim).

Kunjungan kami pun telah berakhir dengan berpamitan dan melakukan foto bersama. Kami pun pulang dalam keadaan telah membawa ilmu yang amat sangat bermanfaat walaupun cukup lelah. Semoga kunjungan kami dapat bermanfaat bagi kami para petani muda sukses!

Wassalamu'alikum..

Pengujian tanah dan pupuk





Assalamualaikum wr wb,..
Haiii kalian semua jangan bosan-bosan yaa baca tulisanku 😊

Okeyy kali ini aku mau melakukan pengujian tanah dan pengujian pupuk .
Kenapa kok harus diuji sih? Jadii gak Cuma manusia aja yang butuh perawatan tetapi tanaman juga memerlukan perawatan. Melakukan penyiraman ini salah satu perawatan untuk pertumbuhan tanaman, nah penyiraman saja ternayata tidak cukup loh jadi kita harus memberikan pupuk yang sesuai untuk tanaman kita nih dan juga media tanam seperti tanah yang harus benar-benar diperhatikan karena tanah yang layak pastinya akan bagus juga dong untuk pertumbuhan tanaman kita agar optimal dan menghasilkan kualitas dan kuantitas yang juara..
   Yaudah yuk langsung aja kita lihat hasil analisa pengujian tanah dan pengujian pupuk organik. Dibaca, diresapi, dan dipahami okey

 Pengujian Tanah
  alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK), merupakan alat bantu analisis hara tanah kering secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan. 

Keterangan :
Sampel tanah 1 diambil dari lahan pekarangan rumah Ciganjur, Jakarta Selatan
Sampel tanah 2 diambil dari lahan fakultas Bioindustri,Universitas Trilogi
1.    Pengujian Tanah Rekomendasi Pemupukan P
Pengujian tanah dilakukan adalah untuk melihat apakah tanah tersebut subur dan pupuk manakah yang cocok untuk tanah tersebut.
Metode Kerja :
a)      Pertama-tama kita ambil sampel tanah yang berada di lingkungan rumah.
b)      Ambil  tanah ½ sendok  spatula
c)       Campurkan pereaksi P-1 sebayak 3 ml
d)      Lalu diaduk selama 1 menit
e)      Setelah diaduk, tambahkan pereaksi P-2
f)       Lalu diaduk selama 1 menit,
g)      Selanjutnya kita diamkan selama 5 – 10 menit.
h)      Lalu kita lihat warna tanah akan berubah seperti apa dan dilihat pada keterangan berikut :

Hasil Uji P tanah :
Sampel 1
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 1 termasuk dalam status P yaitu sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian  tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.



Sampel 2
Dapat dilihat pada hasil pengujian sampel tanah 2 termasuk dalam status P sedang dan bagan warna andosol. Rekomendasi pupuk SP-36 yaitu dosis untuk tanaman Jagung dengan 200kg/ha, tanaman Kedelai 200kg/ha, Padi gogo sebanyak 175kg/ha. Pada hasil pengujian  tanah tersebut masih baik dan optimal jika ditanami tanaman pangan.




2.       Pengujian Tanah uji K
Metode Kerja :
a)      Masukkan tanah kedalam tabung reaksi
b)      Ambil tanah ½ sendok spatula
c)       Tetesi pereaksi K-1 sebanyak 4 ml
d)      Diaduk hingga homogen selama 1 menit
e)      Tambahkan pereaksi K-2 sebanyak 2 tetes
f)       Aduk selama 1 menit
g)      Selanjutnya tambahkan pereaksi K-3 sebanyak 3 tetes
h)      Lihat hasil kecocokan  pada keterangan berikut
Sampel  1
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 1 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.


Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian K sampel tanah 2 termasuk dalam endapan putih menyerupai kabut yaitu sedang dengan rekomendasi pupuk KCL yaitu dosis 75kg/ha untuk tanaman Jagung, 75Kg/ha untuk tanaman Kedelai, dan 75Kg/ha untuk tanaman padi gogo.


3.       Pengujian Tanah uji C
Metode Kerja :
a)      Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b)      Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 1 ml
c)       Aduk hingga homogen selama 1 menit
d)      Setelah diaduk diamkan selama 5 menit
e)      Lalu tambahkan pereaksi C-2 sebanyak 3 tetes
f)       Aduk hingga homogen lalu diamkan selama 5 menit hingga terlihat busa.
g)      Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 1 memiliki batas busa  < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel tanah 2 memiliki batas busa  < 2 (kurang dari dua) yaitu status C-organiknya sedang – tinggi, dengan rekomendasi t/ha adalah 1.




4.       Pengujian Ph Tanah
Metode Kerja :
a)      Ambil ½ sampel tanah dengan menggunakan spatula
b)      Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 4 Ml
c)       Aduk selama 2 menit
d)      Lalu tambahkan pereaksi PH-2 sebanyak 2 tetes
e)      Diamkan selama 10 menit
f)       Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 1 termasuk dalam kategori PH agak masam yaitu kisaran ph 5-6, dengan ph tersebut tanah masih bisa digunakan untuk bercocok tanam hanya saja diperlakukan pemupukan yang sesuai dengan dosis dan ph agak masam.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH sampel tanah 2 termasuk dalam kategori Netral yaitu kisaran PH 6-7, dengan PH tersebut media tanah cukup untuk dilakukan budidaya tanaman dan perlakuan pupuk dapat disesuaikan.







Pengujian Pupuk
alat yang digunakan adalah Perangkat Uji Pupuk Organik (PUPO), merupakan alat bantu analisis kandungan dalam pupuk organik padat secara cepat dan mudah, yang bisa dikerjakan di lapangan.

keterangan :
Sampel 1 adalah pupuk organik kompos
Sampel 2 adalah pupuk organik kandang ayam
1.       Pengujian Pupuk Organik uji C
Metode Kerja :
a)      Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos  dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b)      Tambahkan pereaksi C-1 sebanyak 5 ml
c)       Aduk per 1 menit selama menit
d)      Tambahkan C-2 sebanyak 1 ml
e)      Diamkan selama 15 menit
f)       Lihat hasil kecocokan pada keterangan berikut
Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kompos 1 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian C sampel pupuk kandang ayam 2 memiliki persentase C sebanyak 10% dengan warna yang dihasilkan coklat bata.



2.       Pengujian Pupuk Organik uji PH
Metode Kerja :
a)      Masukkan ½ sendok spatula pupuk organic yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang ayam ke dalam tabung reaksi
b)      Tambahkan pereaksi PH-1 sebanyak 5 ml
c)       Aduk hingga homogeny selama 10 menit
d)      Tambahkan PH-2 sebanyak 1 tetes
e)      Lalu aduk hingga homogen selama 2 menit
f)       Diamkan selama 15 menit


Sampel 1
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic Kompos di dapatkan pupuk dengan PH 7, yaitu pupuk kompos memiliki PH netral dengan dilambangkan warna hijau terang.



Sampel 2
Dapat dilihat pada pengujian PH pupuk organic kandang ayam didapatkan pupuk dengan kandungan PH 8, yaitu pupuk kandang ayam memiliki PH yang netral dengan dilambangkan warna hijau gelap.


Mudah-mudahan apa yang telah telah di baca menambah wawasan kita dan mampu untuk berbagi ilmu kepada orang lain..
terima kasih yang  sudah meluangkan waktu untuk membaca 😊



waasalamualaikum wr wb,..